Fraud Blocker
Logo Doxadigital
14 Desember 2022 

Yuk Simak Cara Mengukur Efektivitas Influencer dalam Campaign Marketing

Yuk Simak Cara Mengukur Efektivitas Influencer dalam Campaign Marketing

Dalam melakukan campaign, para pelaku bisnis saat ini banyak mengandalkan influencer. Sebab upaya tersebut dikenal mampu menjangkau pasar yang diinginkan dengan lebih mudah. Meski begitu, bagaimana cara mengetahui tingkat keberhasilan marketing yang dilakukan? Tidak perlu bingung, berikut simak cara mengukur efektivitas influencer dalam campaign marketing.

Baca Juga: 8 Tips Memilih Influencer yang Tepat Untuk Bisnismu

Rekomendasi Alat Ukur dan Matriks yang Digunakan

Meskipun melakukan marketing menggunakan kampanye influencer dinilai sangat efektif dalam meningkatkan brand awareness maupun menjangkau pasar lebih luas, namun penting untuk mengukur efektivitasnya. Terlebih saat ini ada banyak sekali orang yang menjadi influencer. Adapun alat ukur dan metrik yang bisa digunakan yaitu sebagai berikut.

1. Offline Traffic

Offline traffic bisa diartikan sebagai jumlah pengunjung yang datang ke bisnis Anda. Dalam influencer marketing, traffic ini diartikan sebagai banyaknya orang yang mengakses website bisnis. Seringnya dalam influencer akan mempromosikan sebuah acara saat kampanye, atau aktivitas offline lainnya.

Namun alih alih mengharuskan pengunjung melakukan sesuatu ketika berada di toko, konversi yang ditetapkan dalam hal tersebut hanyalah sekadar mengunjungi. Karena tujuannya secara umum adalah mengedukasi audiens. Cara langsung mengukur efektivitas influencer di sini bisa dengan visitor tracker serta voucher toko.

  • Visitor Tracker

Pertimbangkan untuk memasang visitor tracker jika Anda merasa kesulitan dalam mengukur berapa banyak jangkauan orang yang datang ke situs melalui influencer. Dengan visitor tracker, maka Anda bisa melacak banyaknya pengguna yang mengunjungi website dari kanal lain. Menariknya, visitor tracker umumnya menawarkan beberapa fitur mumpuni.

Selain memungkinkan Anda mendapatkan laporan jumlah pengunjung website berdasarkan periode bulanan, mingguan, hingga harian. Visitor tracker juga memungkinkan Anda mengetahui jumlah pengunjung website secara keseluruhan, yang meliputi new visitors, returning visitors, dan unique visitors.

Tidak hanya sampai di situ, visitor tracker menawarkan fitur pages opened, yaitu jumlah halaman website yag dibuka oleh pengunjung. Dan sistem akan menghitung semuanya termasuk halaman yang dimuat ulang. Sehingga Anda dapat memanfaatkannya untuk mengukur bagaimana efektivitas marketing yang dilakukan.

  • Promo Kode / Voucher Toko

Kupon belanja adalah cara pemasaran lama yang masih relevan hingga sekarang. Di era digital, kini dikenal yang namanya kupon digital. Kurang lebih fungsinya sama dengan kupon belanja pada umumnya, hanya saja penawaran diberikan melalui channel online. Cara mengukur efektivitas influencer bisa dengan memberi masing masing dari mereka voucher toko tersebut.

Biasanya mereka akan menggunakan kode voucher ini untuk mempromosikan bisnis Anda kepada para pengikutnya di media sosial. Jadi Anda bisa melihat sebanyak apa kode voucher tersebut digunakan. Tentu semakin banyak penggunanya maka bisa dibilang bahwa influencer marketing yang digunakan efektif.

2. Online Traffic

  • UTM

UTM adalah singkatan dari urchin tracking module. Cara kerjanya yaitu dengan menggunakan parameter khusus di dalam URL. Ketika seseorang mengakses URL situs yang telah dilengkapi dengan UTM, maka aplikasi analytics akan secara otomatis merekam value dari UTM tersebut.

Sejauh ini, Facebook Analytics maupun Google Analytics mampu membaca sekaligus menerjemahkan kode UTM dengan sangat baik. Sebagai contoh, URL situs ditambahkan kode UTM yaitu source, medium, dan campaign. Kode UTM tersebut nantinya digunakan oleh analytics untuk mengkategorikan seseorang yang mengakses website.

Source untuk self referral, medium untuk artikel, dan campaign untuk UTM tracking article. Berdasarkan kode UTM yang telah ditambahkan ini, analytics mampu memberikan laporan yang mendetail dari sumber traffic Anda. Sehingga Anda pun nantinya dapat membedakan mana traffic yang berasal dari organik, dan yang berasal dari ads seperti menggunakan influencer.

  • Shorten URL

Supaya lebih mudah menarik minat para pengikut influencer, Anda bisa menggunakan short URL seperti Bit.ly. Sebab link atau URL yang lebih pendek seperti ini tampak lebih terpercaya dan profesional, sehingga audiens pun tertarik untuk mengkliknya. Dengan memperpendek URL, para influencer pun jauh lebih mudah dalam membagikannya.

Selain Bitly, sebenarnya masih ada banyak situs lainnya yang bisa digunakan untuk memperpendek URL seperti ini. Namun Bitly memang menjadi layanan yang banyak digunakan. Dari sini, Anda bisa menggunakannya sebagai cara mengukur efektivitas influencer dalam campaign marketing.

Sebab Bitly mempunyai fitur memberikan insight dari hasil klik link. Sehingga Anda bisa dengan mudah mengetahui performa dari link yang dibagikan oleh para influencer. Bahkan telah disediakan data seperti referring link channels, lokasi geografis, dan lainnya yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menginvestasikan dana ke influencer marketing.

3. Online Interaction

  • Post Engagement

Online interaction antara influencer dengan para pengikutnya bisa Anda jadikan sebagai tolak ukur untuk melihat dampak efektivitas marketing. Secara sederhana, engagement di sini dapat diartikan sebagai komunikasi dua arah yang kuncinya berada pada feedback atau umpan balik. Berupa tanggapan audiens terhadap konten yang yang telah di-post.

Tentu hasil yang baik berupa respon yang baik pula dari audiens. Jadi Anda bisa melihat bagaimana post engagement influencer marketing terkait bisnis Anda. Cara melihat post engagement sendiri tergantung di platform mana konten influencer tersebut berkutat. Misalnya untuk Twitter, jumlah retweet dan like penting untuk diperhatikan.

  • Pertumbuhan Followers

Apa hanya post engagement saja yang bisa dilihat dari online interaction influencer ? Tentu tidak. Cara mengukur efektivitas influencer dapat dilakukan dengan memperhatikan pertumbuhan followers. Tentu semakin banyak jumlah followers yang bertambah menunjukkan semakin berhasil pula teknik marketing yang digunakan.

Mendapatkan followers yang sesuai dengan target bisnis adalah hal yang penting, sehingga influencer perlu menyesuaikan dengan hal tersebut. Dimana Anda dapat menargetkan secara lebih detail ketika menggunakan jasa influencer untuk menaikkan jumlah followers. Contohnya Anda bisa menargetkan jumlah followers dengan rentang usia tertentu.

  • Post Views

Post views sederhananya adalah jumlah orang yang telah melihat konten Anda. Yang mana jumlah post views tersebut tidak berbanding lurus dengan subscribe. Jadi meskipun jumlah followers sedikit, ada akun yang bisa mendapatkan view banyak pada postingannya. Dari sini Anda bisa melihat gambaran terkait konten yang disukai oleh audiens.

Misalnya postingan yang berisikan konten dari influencer marketing mendapatkan banyak views, padahal sejauh ini pengikut akun bisnis Anda tergolong tidak terlalu banyak. Hal tersebut dapat mengindikasikan bagaimana performa influencer marketing. Sehingga post views bisa Anda manfaatkan sebagai cara mengukur efektivitas influencer dalam campaign marketing bisnis.

Kesimpulan

Di atas adalah beberapa alat ukur dan matriks yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas kampanye influencer marketing dalam campaign. Hal ini penting, sebab memilih influencer perlu menentukan tujuan berupa goals atau objektif dari suatu campaign terlebih dahulu. Dengan begitu campaign dapat berjalan dengan lancar dan menjangkau audiens dengan baik.

Tidak perlu khawatir, digital marketing agency Jakarta Doxadigital akan membantu Anda dalam memilih influencer yang tepat. Sekaligus mengukur efektivitasnya agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan campaign marketing bisnis Anda. Sehingga campaign dapat berjalan sesuai tujuan.

Please follow and like us:

Artikel Terbaru

10 Januari 2023
Apa Itu Motion Graphic, Jenis, Serta Animasi yang Cocok untuk Bisnis Read More
19 Desember 2022
Mengulik Potensi Strategi Email Marketing Dalam Bisnis dan Tools Terbaiknya Read More
15 Desember 2022
Content Marketing: Pengertian, Contoh dan Manfaat untuk Pemasaran Bisnis Read More
14 Desember 2022
Yuk Simak Cara Mengukur Efektivitas Influencer dalam Campaign Marketing Read More
13 Desember 2022
Digital Marketing B2B VS B2C, Kenali Pengertian dan Perbedaannya di Sini! Read More
12 Desember 2022
Website Marketing: Definisi, Ciri Ciri, dan Manfaatnya untuk Bisnis Read More
12 Desember 2022
6 Strategi Digital Marketing B2B Paling Efektif untuk Membangun Bisnis Read More
8 Desember 2022
Mengenal Apa itu Facebook CPAS dan Manfaatnya Untuk Bisnis Read More
18 Oktober 2022
6 Cara Meningkatkan Penjualan dengan Facebook Ads Read More
18 Oktober 2022
Perbedaan KOL dan Influencer beserta Manfaatnya untuk Bisnis Read More
18 Oktober 2022
Ingin Bangun Bisnis Ekspor? Ini 6 Cara Manfaatkan International SEO untuk Bisnis Anda Read More
11 Oktober 2022
Artikel Blog untuk Meningkatkan Trafik dan Pendapatan Bisnis Anda Read More
6 Oktober 2022
Simak 7 Keuntungan Beriklan di Facebook Ads bagi Bisnis Anda Read More
24 Januari 2023
Waspada Penipuan Online Berkedok Doxadigital Read More
16 Januari 2023
Apa Itu CRM? Pahami Fungsi untuk Perusahaan dan Fiturnya Read More
11 Januari 2023
Iklan di TikTok Ads untuk Pertumbuhan Bisnis Anda Read More
crossmenu