6 Hal Tentang Search Engine Untuk Pebisnis dan Pemasar

+6221-5324093/94 info@doxadigital.com

Saat kita akan mulai melakukan promosi secara online, semua pelaku pemasaran digital pasti akan familiar dengan kata Googling atau Search Engine. Topik ini menjadi salah satu topik favorit saat dikaitkan dengan peluang bisnis yang bisa didapatkan saat situs bisnis kita telah teroptimasi pada mesin pencari. 

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan kepada anda tentang apa itu search engine? bagaimana bekerjanya? dan apa yang perlu kita lakukan untuk bisa mendapatkan manfaat maksimum darinya sebagai pebisnis atau pemasar.

Apa yang dimaksud dengan search engine ?

Secara umum, para pelaku pemasar digital Indonesia akan menghubungkan kata search engine dengan layanan mesin pencari dari Google. Nampaknya branding tersebut tidaklah salah, karena berdasarkan situs statscounter.com, Google menguasai sebagian besar pangsa pasar pengguna search engine di Indonesia lebih dari 98%. 

market share search engine google di indonesia

Namun sebenarnya, ada banyak mesin pencari atau penelusur web di Indonesia selain Google. 

Mesin Penelusur atau Search Engine pertama di dunia adalah Archie, diluncurkan tahun 1990 oleh Alan Emtage, yang saat itu iawal siswa dari universitas McGill University di Montreal, Amerika Serikat. Nama Archie sendiri adalah singkatan dari bahasa inggris “Archives” yang berarti berkas. Google sendiri sebenarnya diluncurkan baru pada 8 tahun setelahnya yaitu 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin dan saat ini terus berkembang menjadi mesin penelusur terpopuler di Dunia 

Tampilan Google 1998

Tampilan Google Pertama Kali – 1998

 

Fungsi dan Manfaat Search Engine

Menurut penjelasan resmi dari wikipedia, Mesin pencari web atau mesin telusur web adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www (world wide web), ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.

Dari definisi diatas, Fungsi search engine pada awalnya digunakan untuk menyediakan informasi dari database yang dimiliki. Walaupun tampaknya sederhana namun pada prakteknya tidaklah demikian, karena dibutuhkan ratusan algoritma hanya untuk menentukan minat dan maksud sang pencari informasi. 

Sejalan dengan perkembangan teknologi, big data, kecerdasan buatan, dan pembelajaran otomatis (machine learning). Manfaat search engine yang tadinya hanya sebagai penelusur dokumen web, saat ini menjadi sangat berkembang dengan fitur canggih seperti Menjawab pertanyaan dan Memberikan rekomendasi

Bahkan dalam banyak kasus pencarian di internet, banyak pengguna google akhirnya tidak jadi menelusuri situs yang disarankan, karena pada hasil pencarian, google sudah bisa langsung menjawab kebutuhan mereka.

Alternatif search engine selain Google

Selain Google, berikut adalah 4 mesin pencari alternatif yang menempati top 5 pangsa pasar pengguna internet di Indonesia.

Bing (bing.com , Pangsa Pasar 0.46% per Agustus 2020 *)

tampilan mesin pencari bing

Dikembangkan oleh Microsoft yang sebelumnya menggembangkan mesin pencari lain yaitu Live Search dan MSN Search, setelah membeli teknologi pencarian bernama PowerSet. Kemampuan Bing cukup mumpuni karena penelusuran bisa diakukan untuk Situs, Gambar, Situs Berita, dan Xrank (pencarian berdasarkan perilaku pengguna)

29 Juli 2009, Microsoft dan Yahoo mengumumkan kepada publik bahwa Bing juga menjadi engine dasar dari layanan Yahoo Search.

Yahoo Search (search.yahoo.com, Pangsa Pasar 0.79% *)

Tampilan mesin pencari Yahoo Search

Yahoo awalnya dikembangkan lebih sebagai Direktori Web dan bukan sebagai mesin pencari. Namun kerjasama dengan microsoft pada 2009 membuat Yahoo juga menjadi mesin pencarian alternatif yang digunakan di Indonesia. Kekuatan branding Yahoo kuat membuat Yahoo Search memiliki pangsa pasar yang lebih besar dari Bing walaupun menggunakan algoritma pencarian yang sama

Yandex Search (yandex.com, Pangsa Pasar 0.3% *)

Tampilan mesin pencari Yandex

Yandex merupakan merupakan perusahaan berbasis Rusia yang juga turut mengembangkan mesin penelusur web yang berfokus pada pencarian secara realtime seperti situs berita. Pada tahun 2009 Yandex meluncurkan teknologi Matrix Net, sebuah metode pembelajaran mesin (machine learning) yang dinilai bisa bersaing dengan teknologi yang dikembangkan Google. Di Rusia sendiri, penggunaan Yandex Search sudah melebih angka 60%.

Duckduck Go (duckduckgo.com, Pangsa Pasar 0.19% *)

Tampilan Mesin Pencari duckduckgo

Dari seluruh mesin pencari yang ditulis pada artikel ini, duckduckgo adalah contoh search engine yang menawarkan pengalaman pengguna yang sangat unik sebagai sebuah mesin pencarian yang privasi. Duckduckgo menjanjikan mereka tidak mengumpulkan informasi pribadi, data browser, hinggal alamat IP juga disembunyikan dalam teknologi yang terenkripsi. Diluncurkan pada 29 Februari 2008, duckduckgo saat ini sudah memproses lebih dari 50juta pencarian setiap harinya.

Dengan keunikan pada algoritma yang dikembangkan oleh para mesin penelusur. Ada baiknya anda mencoba sendiri, dimanakah algortima yang paling tepat menjawab pencarian anda.

Bagaimana Cara Kerja Search Engine ?

Cara kerja mesin pencari pada umumnya adalah melalui 3 tahapan yaitu Crawling, Indexing, dan Ranking

Pada fase Crawling, mesin penelusur akan mengaktifkan sebuah aplikasi penjelajah situs untuk melihat struktur data dan tautan pada situs tersebut. Tautan pada situs, baik secara internal maupun eksternal akan menjadi referensi tujuan penelusuran selanjutnya. Aplikasi penelusuran ini biasanya juga dikenal dengan sebutan Crawler atau Spider

Fase selanjutnya adalah Indexing, yaitu pengumpulan seluruh data hasil penelusuran dalam satu lokasi, disinilah BIG Data dari masing2x mesin pencari.

Fase terakhir adalah fase ranking (algoritma), yaitu fase dimana mesin pencari mendapatkan permintaan informasi (biasa disebut query) oleh pengguna dan algoritma mesin pencari akan berusaha untuk memberikan informasi sesuai dari permintaan informasi yang dibutuhkan tersebut. Khusus untuk Google, saat ini diklaim ada lebih dari 200 algoritma untuk menentukan informasi apa yang ditampilkan saat pengguna Google melakukan pencarian.

Fitur Search Engine Google

Dalam mesin pencari Google, per 2020, setidaknya ada 16 fitur dalam 4 kategori untuk membantu pengguna menemukan informasi yang dibutuhkan. 4 Kategori tersebut adalah

  • Rich Snippets, untuk memperjelas sebuah informasi secara visual. Salah satu bentuknya adalah review bintang)
  • Paid Result, untuk menampilkan iklan Google Ads
  • Universal Result, untuk menampilkan hasil pencarian dokumen dalam format berbeda selain referensi situs, contohnya adalah hasil pencarian gambar, penggalan artikel (biasa disebut snippet)
  • Knowledge Graph, sebuah panel penjelasan yang biasa terdapat di sebelah kanan hasil pencarian.

Berikut adalah fitur dari Search Engine Google yang populer

Google Ads (Top atau Bottom / Diatas atau Dibawah hasil pencarian)

Fitur SERP Iklan Google Ads

Menampilkan Iklan Google SEM

Shopping Ads

Google Shopping Ads

Menampilkan iklan Google Shopping

Feature Snippet

Fitur Snippet

Biasa juga disebut Zero (0) Position, menampilkan ringkasan solusi dari hasil pencarian

People Also Ask

Untuk pertanyaan terkait saat melakukan penelusuran

Local Map Pack

Fitur SEO Local Pack

Recipes Pack

Fitur SEO - Resep Makanan

Menampilkan ulasan resep makanan populer sesuai penelusuran

Video Pack

Fitur SERP - Video Pack

Menampilkan video yang relevan dengan pencarian

Image Pack

Fitur Image Pack

menampilkan gambar yang relevan sesuai penelusuran

Top Stories

Menampilkan berita terbaru sesuai penelusuran

Knowledge Card

Fitur SERP - Knowledge Card

Memberikan Informasi Umum di Hasil Pencarian

Knowledge Panel

Fitur SERP knowledge panel

Informasi Bisnis dari Google Bisnisku atau Situs2x Terpercaya Seperti Wikipedia

Optimasi untuk search engine

Untuk bisa direkomendasikan oleh mesin pencari, para webmaster atau pemilik situs, biasanya melakukan serangkaian usaha agar halaman web yang dihasilkan makin relevan dengan target pasar. Kegiatan optimasi ini biasanya dikenal dengan SEO (Search Engine Optimization)

Secara garis besar kegiatan ini mengoptimasi fase Crawling, Indexing, dan Ranking. Google tidak pernah memberikan langkah pasti bagaimana sebuah situs bisa dioptimasi untuk meningkatkan peringkat posisi teratas di hasil pencarian di Google. Namun secara garis besar, situs yang dihasilkan harus memiliki kriteria berikut:

  • Menjadi solusi untuk pengguna Google
  • Terstruktur Baik dan Mudah digunakan (Usability) – On Page SEO
  • Tidak memiliki permasalahan teknis (Error) – Technical SEO
  • Dari sumber yang bisa terpercaya (bukan hoax) dan mendapat referensi dari situs terpercaya lain (Off page SEO)

 

Untuk diskusi seputar SEO , anda bisa bergabung dengan komunitas pebisnis dan pemasar di Standout Digital dengan klik link berikut.

Jika anda ingin berdiskusi dengan tim Doxadigital, tentang bagaimana SEO dapat berperan membantu meningkatkan performa bisnis anda kunjungi halaman layanan seo kami atau hubungi kami di info@doxadigital.com , telepon +62215324093 atau Whatsapp chat di (+6282288883692 , chat only)

 

Doxadigital Creative & Digital Agency Jakarta, Indonesia


  • : info@doxadigital.com
  • : 021-5324093/94
  • : Jalan Kebon Jeruk Raya No.9 Blok C4, Ruko Permata
    Jakarta 11530, Indonesia

Pin It on Pinterest

Share This