Tahukah Anda jika website yang mempunyai performa yang baik memperbesar kemungkinan untuk menaikkan peringkat Anda di mesin pencari dan juga membantu mendatangkan konversi untuk bisnis Anda? Nah, karena itu Anda perlu mengoptimasi situs Anda.

Tak jarang banyak yang mengira jika optimasi web itu hanya sebatas SEO saja. Padahal kenyataannya optimasi itu lebih luas cakupannya. Optimasi website tidak hanya bertugas untuk menaikkan peringkat pencarian Anda, tetapi juga bagaimana menciptakan sebuah website yang user-friendly sehingga tujuan dari bisnis Anda bisa tercapai.

Jika website Anda terlalu lama waktu loadingnya, Anda dapat kehilangan calon pelanggan. Berikut data dari Kissmetrics yang menunjukkan perilaku pengguna saat mengunjungi sebuah situs.

  • 47% akan mengharapkan sebuah situs untuk dalam 2 detik
  • 40% akan meninggalkan website setelah menunggu selama 3 detik
  • 79% dari mereka tidak akan kembali ke situs yang sama setelah
  • 40% akan menceritakan pengalaman mereka kepada kerabat.

Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi dengan bisnis Anda. Lalu, bagaimana menghindari atau memperkecil kemungkinan kejadian di atas? Langsung saja ikuti tips-tips berikut ini.

Langkah-langkah mengoptimasi website Anda:

1. Optimasi image

Jika Anda menggunakan image dalam situs Anda, pastikan Anda mengubah ukuran image tersebut sesuai dengan keperluan. Hindari mengunggah image yang ukurannya terlalu besar dan kemudian skalanya dikecilkan dengan menggunakan HTML. Format file image juga harus diperhatikan sehingga Anda bisa mengoptimasi file Anda tanpa harus kehilangan kualitas image.

2. Optimasi HTML

Coba periksa lagi source code Anda. Apakah ada kode yang bisa disederhanakan lagi? Penulisan kode yang efisien akan mengurangi ukuran dokumen file HTML dan CSS Anda. Selain itu, Anda akan lebih mudah melakukan pemeliharaan terhadap dokumen tersebut.

3. Gunakan teks, jangan image

Mengapa? Mengganti teks dengan image selain tidak SEO-friendly dan sulit diakses oleh pengguna screen reader, juga akan menambah waktu load dari halaman situs Anda. Semakin banyak image, semakin pula berat website Anda.

4. Gunakan sistem caching

Sistem caching akan menyimpan salinan data dari database server Anda ke browser pengguna yang sebelumnya telah mengunjungi situs tersebut. Ketika seseorang itu akan mengakses kembali halaman yang sama, data yang dimuat akan diambil dari data yang disimpan tadi. Dengan begitu server Anda tidak perlu dipaksa bekerja keras yang berdampak kepada performa situs yang lebih baik.

5. Gunakan Content Delivery Network (CDN)

CDN adalah sebuah sistem jaringan server pendistribusi yang mengirimkan konten sebuah web ke pengguna berdasarkan lokasi geografis pengguna tersebut agar data/konten yang dikirim diterima lebih cepat. Jika website Anda memiliki trafik yang tinggi dengan jangkauan global, maka sebaiknya Anda menggunakan sistem ini. Karena dapat mempengaruhi kecepatan situs dalam memproses permintaan dan penerimaan data/konten.

6. Gunakan File JS dan CSS Eksternal

Dibandingkan menuliskan Javascript dan CSS langsung ke dalam file HTML Anda akan lebih baik jika Anda menyimpan file Javascript ataupun CSS ke file terpisah. Kegunaannya agar waktu rendering situs Anda menjadi lebih cepat. Sebagai bonusnya, pemeliharaan situs Anda pun menjadi lebih mudah.

Sudahkah Anda melakukan langkah-langkah di atas untuk website Anda? Atau apakah Anda mempunyai tips lain untuk optimasi sebuah situs? Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini! 

Doxadigital Creative & Digital Agency Jakarta, Indonesia


  • : info@doxadigital.com
  • : 021-5324093/94
  • : Jalan Kebon Jeruk Raya No.9 Blok C4, Ruko Permata
    Jakarta 11530, Indonesia

Pin It on Pinterest

Share This